Pusat Benih Ikan Air Tawar berbagai ukuran serta ukuran konsumsi. Kami menyediakan Benih Ikan Gurame, Nila, Lele, Patin, Bawal, Koi, Mas, Graskap, Cupang dan Udang Galah. Fasilitas kirim gratis untuk area Nganjuk, Kediri, Jombang, Madiun dan Bojonegoro, serta melayani pengiriman luar kota luar Provinsi seluruh Indonesia. Kami menyediakan Probiotik Simba Plus untuk pemacu pertumbuhan Ikan, Makan Tambahan Ikan Cacing Sutra dan Tetes Tebu, serta Pupuk Organik Cair.

Ikan Gurame

     Ikan Gurame dalam bahasa ilmiah disebut sebagai Oshpronemus gouramy, Lacepede merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, bentuk badan pipih lebar, bagian punggung berwarna merah sawo dan bagian perut berwarnakekuning-kuningan/keperak-perakan. Ikan ini merupakan keluarga Anabantidae, keturunan Helostoma dan bangsa Labyrinthici. Ikan gurame berasal dari perairan daerah Sunda (Jawa Barat, Indonesia), dan menyebar ke Malaysia, Thailands, Ceylon dan Australia. Pertumbuhan ikan gurame agak lambat dibanding ikan air tawar jenis lain. Di Indonesia, orang Jawa menyebutnya gurame sedangkan di Kalimantan disebut Kalui. Orang Inggris menyebutnya “Giant Gouramy”, karena ukurannya yang besar dapat mencapai berat 5 kg/ekor.
     Ikan ini merupakan salah satu komoditi perikanan air tawar yang cukup penting apabila dilihat dari permintaannya yang cukup besar dan harganya yang relatif tinggi dibandingkan dengan ikan air tawar lainnya seperti ikan mas, nila, tambakan dan tawes, dan merupakan salah satu sumber protein yang cukup tinggi. Bagi masyarakat umum, ikan ini dipandang sebagai salah satu ikan bergengsi dan biasanya disajikan pada acara-acara yang dianggap penting. Oleh sebab itu, tidak mengherankan apabila ikan gurame menjadi salah satu komoditi unggulan di sektor perikanan air tawar.
  Kegiatan membudidayakan ikan gurame, merupakan kegiatan yang tidak begitu sulit. Hanya ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengelolanya. Yang terpenting adalah rutinitas dalam penyediaan makanan ikan, kebersihan, pencegahan hama dan penyakit. Disisi lain, modal yang dibutuhkan tidak terlalu mahal. Hal yang harus dipersiapkan lebih dahulu adalah lahan yang ideal (tambak dengan air yang tidak perlu mengalir), modal, dan kesiapan dalam melakukan perawatan.
     Ikan Gurame sebagai sumber penyediaan protein hewani yaitu dengan cara diolah menjadi makanan merupakan lauk yang disukai oleh masyarakat Indonesia, yang merupakan sumber protein yang baik. Dengan meningkatnya jumlah penduduk, maka asupan makanan juga tentunya akan meningkat (termasuk lauk). Dengan demikian permintaan terhadap ikan di dipasaran sebagai salah satu bahan makanan tentunnya tidak akan menurun, malah sebaliknya akan tetap meningkat permintaan seiring dengan pertambahan jumalah penduduk masyrakat.

Klasifikasi Ikan Gurame
     Dari hasil penelusuran wikipedia indonesia (2010), Ikan Gurame dapat di klasifikasikan sebagai berikut :
  • Klas : Pisces
  • Sub Kelas : Teleostei
  • Ordo : Labyrinthici
  • Sub Ordo : Anabantoidae
  • Famili : Anabantidae
  • Genus : Osphronemus
  • Species : Osphronemus goramy (Lacepede).
      Secara morfologi, ikan ini memiliki garis lateral tunggal, lengkap dan tidak terputus, bersisik stenoid serta memiliki gigi pada rahang bawah. Sirip ekor membulat. Jari-jari lemah pertama sirip perut merupakan benang panjang yang berfungsi sebagai alat peraba. Tinggi badan 2,0-2,1 kali dari panjang standar. Pada ikan muda terdapat garis-garis tegak berwarna hitam berjumlah 8 sampai dengan 10 buah dan pada daerah pangkal ekor terdapat titik hitam bulat.
     Pada ikan yang sudah dewasa, lebar badannya hampir dua kali panjang kepala atau ¾ kali panjang tubuhnya. Bentuk kepala ikan gurame yang masih berusia muda lancip ke depan, dan setelah tua menjadi dempak. Warna tubuhnya terutama di bagian punggung adalah merah sawo sedangkan pada bagian perut berwarna kekuning-kuningan atau keperak-perakan. Sepasang sirip perut gurame akan mengalami perubahan menjadi sepasang benang panjang yang berfungsi sebagai alat peraba. Sirip yang keras menempel pada punggungnya sedangkan garis rusuknya menyilang di bagian bawah sirip punggung. Panjang tubuh maksimum 65 cm.
     Jenis gurame yang sudah dikenal masyarakat diantaranya: gurame angsa, gurame jepun, blausafir, paris, bastar dan porselen. Empat terakhir banyak dikembangkan di Jawa Barat, khususnya Ciamis, Tasikmalaya dan Bogor. Dibanding gurame jenis lain, porselen lebih unggul dalam menghasilkan telur. Jika induk bastar dalam tiap sarangnya hanya mampu menghasilkan 2000-3000 butir telur, porselen mampu10.000 butir. Karena itu masyarakat menyebutnya sebagai top of the pop, dan paling banyak diunggulkan.

Kebiasaan Makan dan Jenis Makanan
     Ikan gurame merupakan ikan air tawar. Sangat menyenangi perairan tenang (tidak berarus deras), dalam dan jernih dan banyak memiliki tumbuh-tumbuhan seperti danau, rawa-rawa atau sungai. Ikan gurame dapat tumbuh dengan baik pada kondisi air yang memiliki suhu antara 24°C-28°C dengan pH air antara 6,5 sampai 7,8. Ikan gurame mempunyai alat pernafasan tambahan (labirin) selain ingsang, sehingga mudah berkembang biak meskipun pada air yang rendah kadar oksigennya, alat pernapasan tambahan ini memudahkan kita memelihara ikan gurame meskipun pada kolam yang tidak mendapat aliran air secara terus-menerus. Dengan catatan bahwa air kolam harus tetap dijaga dan diperhatikan kebersihannya. Ikan ini termasuk ikan malas. Hanya bila ada benda asing atau makanan saja bisa ikan bergerak gesit.
     Ikan gurame termasuk jenis ikan omnivora (memakan makanan hewani dan nabati). Larva ikan gurame menyukai jasad renik berupa rotifer dan infusaria, setelah berumur beberapa hari benih-benih ikan gurame makan larva insect, crustacean dan zooplankton setelah beberapa bulan baru memilih tumbuhan air yang lunak. Ikan gurame dewasa memakan tumbuh-tumbuhan air, daun lamtoro. Di habitat asalnya ikan ini memakan fioplankton, zoo plankton, serangga dan daun tumbuhan lunak. Pada saat dewasa gurame lebih suka memakan tanaman anir seperti azoll mata lele ), lemna, Hydrilla ( ekor kucing ) Ceratopgyllum, myriophyllum ( ekor tupai, pistis ( apu – apu ), kangkung, dan genjer. Untuk pembudidyaan gurame di kolam umpan alaminya adalah daun talas ( daun sente ), daun pepaya, daun ubi kayu ( singkong ) dan kangkung. Saat dibudidayakan, ikan gurame dapat dioptimalkan pertubuhannya dengan memberinya pelet.Ikan gurame yang dipelihara oleh petani biasanya diberi makanan kesukaan ikan gurame muda dan induknya.
     Inilah gambaran tentang kebiasaan makan ikan gurame. Secara umum kebiasaan makanan (food habit), ikan dibagi dalam tiga golongan, yaitu ikan pemakan tumbuhan (herbivora), ikan pemakan hewan (carnivora) dan ikan pemakan segala (omnivora). Ikan mas termasuk herbivora atau ikan yang sepanjang hidupnya pemakan tumbuhan. Menurut SUSANTO (2001) gurame adalah mahluk dimana pada saat muda karnivora, sedangkan setelah dewasa herbivora. Karena jenis makanan seperti itulah yang menjadi penghambat pertumbuhan gurame.
     Menurut Susanto, 1998 juga mengatakan makan yang sering dimakan ikan gurame remaja dan induk adalah daun keladi (Colocasia estulata Schott), ketela pohon (Manihot utilissima Bohl), pepaya (Carica papaya Linn), ketimun (Cucumis sativus L), genjer (Limnocharis flava Buch), ubi jalar (Ipomoa batatas Lamk), labu (Curcubita moschata Duch en Poir).
     Daun pepaya, konon menurut petani gurame di Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat tidak baik untuk induk karena bisa merusak kantong telur sehingga sering menggagalkan pemijahan ikan gepeng ini. Demikian juga dengan daun ubi jalar yang juga kurang bagus bagi induk karena kandungan proteinnya rendah, sehingga induk-induk yang diberi daun ini menjadi kurang produktif.
     Konon yang paling bagus untuk makanan induk dan remaja adalah daun keladi. Namun tidak boleh langsung diberikan, tetapi harus dilayukan dulu, agar kandungan getahnya yang sering menyebabkan kawanan gurame terserang penyakit cacar bisa berkurang. Sedangkan menurut sebagian besar ahli perikanan, pada awalnya gurame yang telah habis kuning telurnya akan makan imfusoria dan rotifera, yaitu jasad renik yang bisa diperoleh di perairan umum atau mengkulturnya di kolam.
     Setelah berumur beberapa hari, benih akan mengincar larva insektatelur semut, larva crustacea. Sehingga gurame tidak hanya sebagai vegetarian sejati, tetapi juga sebagai pemakan hewani (Susanto, 2001). Pada umur 10 hari, yaitu fase prolarva makan yolksack; umur 1,5 bulan gurame makan hewani, yaitu rayap, ulat, telur semut merah, ulat, dedak halus, dan kuning telur yang direbus; 1,5 – 3 bulan (2 – 3 cm) gurame makanan hewani, tumbuhan halus, paku air, bungkil halus; 3,5 – 8 bulan (5 – 8) gurame makan tumbuh-tumbuhan halus, dedak dan pelet; delapan bulan hingga setahun gurame makan pelet, daun-daunan, dan dedak.

Reproduksi
     Ikan gurame berkembang biak pada musim kemarau dengan membangun sarang dari bahan-bahan yang tersedia di sekitar hidupnya. Ukuran sarang berdiameter 25-30 cm. Ikan gurame sudah mulai dewasa dan dipijahkan ketika sudah berumur 3-4 tahun. Ikan ini termasuk ikan yang pertumbuhannya lambat tetapi mudah berkembang biak. Pada tahun pertama pemeliharaan panjangnya hanya mencapai 20 cm, tahun kedua 25-30 cm dan pada tahun ketiga 30 cm lebih. namun, harga ikan ini tergolong bagus maka para pembudidaya dapat melakukan segmentasi pemeliharaan. Ikan gurame dapat dibedakan berdasarkan jenis kelamin dengan cirri-ciri tertentu. Adapun ciri – ciri untuk membedakan induk jantan dan betina gurame dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Ciri-ciri Ikan Gurame Betina dan Jantan
Betina :
  • Dahi dempak (papak)
  • Dasar sirip dada gelap kehitaman
  • Dagu keputihan sedikit coklat
  • Jika diletakkan pada tempat yang datar ekor bergerak-gerak
  • Bentuk bibir tipis
Jantan :
  • Dahi menonjol
  • Dasar sirip dada terang keputihan
  • Dagu kuning
  • Jika diletakkan pada tempat datar ekor akan naik
  • Bentuk bibir tebal
     Di perairan alam ikan gurame hidup di sungai-sungai, rawa-rawa air tawar yang berada 50 m – 600 m di atas permukaan laut. Tempat yang paling ideal untuk budi daya ikan gurame adalah yang berada pada kitinggian 50 m – 400 m di atas permukaan laut dengan temperatur optimal untuk kehidupannya 24° C – 28°C (Adi Asmara dan lgo,2006). Kualitas air untuk pemeliharaan ikan gurame harus bersih dan dasar kolam tidak berlumpur, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik. Kolam dengan kedalaman 70-100 cm dan sistem pengairannya yang mengalir sangat baik bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik ikan gurame Keasaman air (pH) yang baik adalah antara 6,5-8. Suhu air yang baik berkisar antara 24-28 derajat Celcius.
     Induk jantan dan betina ikan gurame harus memiliki kliteria yang baik atau unggul. Karena balum ada induk unggul hasil rekayasa, maka pembudidaya gurame harus memiliki pengetahuan untuk memiliki dan memelihara induk yang memenuhi persyaratan. Karena dari induk-induk yang berkualitas baik akan diperoleh benih-benih yang berkualitas baik pula, yaitu benih yang bertubuh normal, tumbuh cepat, dan tahan terhadap perubahan lingkungan serta tahan terhadap serangan penyakit. Berikut ciri-ciri fisik atau tampilan yang digunakan untuk menentukan kualitas induk, antara lain :

Tanda-tanda induk betina yang baik :
  • Berumur cukup dan mulai bertelur pada umur 3 tahun.
  • Saat berumur 3 tahun berbobot minimal 2,5 kg.
  • Bertubuh normal atau tidak cacat.
  • Bertubuh gemuk dan proporsional dengan perbandingan antara panjang dan tinggi badan 2,5 : 1.
  • Bersisik rapi, teratur dan tidak kasar.
  • Kepala relatif kecil.
  • Tidak luka.
  • Sehat.
  • Respon pada pakan.
Tanda-tanda induk jantan yang baik :
  • Berumur cukup, mulai matang gonad pada umur 2,5 tahun.
  • Berumur maksmal 4 tahun.
  • Bertubuh normal atau tidak cacatBertubuh gemuk dan proporsional dengan perbandingan antara panjang dan tinggi badan 2,5 : 1.
  • Bersisik rapi, teratur dan tidak kasar.
  • Kepala relatif kecil.
  • Berdagu besar dan tebal. Jantan seperti ini pandai membuat sarang dan pandai memungut telur dan memindahkannya ke dalam sarang.
  • Tidak luka.
  • Sehat.
  • Respon pada pakan.
Membedakan jantan dan betina saat membeli induk ikan gurame
     Inilah cara membeli induk ikan gurame. Dalam pembenihan, induk menjadi sarana produksi utama. Karena itu sarana produksi ini harus tersedia setiap saat. Bagi pemula, tentu saja untuk mendapatkan induk harus dengan cara membeli dari pihak lain. Namun untuk membeli induk harus hati-hati, tidak boleh sembarangan. Misalnya dengan membeli induk yang tidak jelas asal-usulnya.
     Tentu saja harapannya agar mendapatkan induk yang berkualitas baik, karena dari induk yang berkualitas baik akan menurunkan benih yang berkualitas baik pula, dan itu akan menjadi cikal bakal, dan juga penerus pada generasi berikutnya yang baik pula. Jika sembarangan membeli induk, tentu apa yang akan didapat sebaliknya.
     Salah satu sumber induk ikan gurame yang bisa dipercaya adalah balai-balai penelitian perikanan. Sumber lainnya adalah balai-balai benih ikan (BBI), dan instansi-instansi terkait lainnya. Karena pada instansi-istansi itu, asal-usul induk lebih jelas, dan cara penyediaannya sudah terprogram dengan jelas pula. Jadi induk dari tempat-tempat itu lebih terjamin kualitasnya.

Jenis Ikan Gurame
     Jenis ikan gurame yang biasa dibudidayakan selama ini tidak terlalu banyak jenisnya. Pembudidaya biasanya memilih jenis yang dibudidaya berdasarkan beberapa sifat unggul yang dimiliki dan tingkat adaptasinya dengan lingkungan setempat, serta ada beberapa jenis yang menjadi jenis local yang sudah berkembang sejak lama. Beberapa jenis gurame yang umum dibudidayakan petani sebagai ikan konsumsi adalah sebagai berikut:
  • Gurame Angsa, memiliki panjang tubuh sampai dengan 65 cm dan berat tubuh bisa mencapai 6 – 12 kg per ekor. Warna tubuh abu – abu dengan sisik relatif lebar. Di daerah sunda biasa dikenal sebagai gurame soang atau gurame galunggung.
  • Gurame Jepang atau nama lainnya adalah Gurame Jepun, panjang tubuh lebih pendek dibandingkan gurame angsa. Memiliki warna tubuh abu – abu kemerahan terutama ada ujung sirip – siripnya. Memiliki bentuk sisik kecil dan berat mencapai 3.5 kg dan panjang maksimal 45 cm.
  • Gurame Bluesafir, memiliki ciri fisik hampir sama dengan gurame yang lain namun memilii warna merah muda cerah. Berat maksimum mencapai 2 kg per ekor. Produktivitas telur mencapai 5000 – 7000 butir.
  • Gurame Paris, warnanya merah muda cerah tetapi kepalanya berwarna putih dan terdapat bintik – bintik hitam diseluruh tubuh. Berat maksimum mencapai 1,5 kg, dengan produktivitas telur 5000 – 6000 butir.
  • Gurame Perselen, memiliki warna merahmuda cerah dengan ukuran kepala relatif kecil. Kelebihannya adalah dalam menghasilkan telur jumlahnya bisa mencapai 10.000 butir setiap kali pemijahan. Gurame jenis ini adalah yang paling sering dicari sebagai benih unggul. Berat induknya mencapai 1, – 2 kg.
  • Gurame Bastar, tubuh jenis gurame ini agak kehitaman tetapi warna kepalanya putih. Bentuk sisik nya agak lebar, laju pertumbuhannya termasuk cepat namun jumlah telur yang dihasilkan tidak terlalu banyak hanya 2000 – 3000 butir setiap kali pemijahan.
  • Gurame Kapas, memiliki warna putih keperakan mirip kapas dengan bentuk sisik yang cukup besar. Benih gurame jenis ini dapat tumbuh dengan cepat dan dapat mencapai 1 kg dalam waktu sekitar 13 bulan semenjak menetas. Priduktifitas telurnya bisa mencapai 3000 butir setiap kali pemijahan.
  • Gurame Batu, memiliki warna hitam dengan sisik yang kasar. Pertumbuhannya cenderung lambat dibandingkan jenis yang lain. Beratnya hanya mencapai 0,5 kg dalam waktu 13 bulan semenjak menetas.
Cara Budidaya Ikan yang baik harus memperhatikan hal-hal berikut :


Kolam
     Jenis kolam yang umum dipergunakan dalam budidaya ikan gurame antara lain :
  • Kolam penyimpanan induk, Kolam ini berfungsi untuk menyimpan induk dalam mempersiapkan kematangan telur dan memelihara kesehatan induk, kolam berupa kolam tanah yang luasnya sekitar 10 meter persegi, kedalamam minimal 50 cm dan kepadatan kolam induk 20 ekor betina dan 10 ekor jantan.
  • Kolam pemijahan, Kolam berupa kolam tanah yang luasnya 200/300 meter persegi dan kepadatan kolam induk 1 ekor memerlukan 2-10 meter persegi (tergantung dari sistim pemijahan). Adapun syarat kolam pemijahan adalah suhu air berkisar antara 24-28 derajat C; kedalaman air 75-100 cm; dasar kolam sebaiknya berpasir. Tempatkan sarana penempel telur berupa injuk atau ranting-ranting.
  • Kolam pemeliharaan benih/kolam pendederan, Luas kolam tidak lebih dari 50-100 meter persegi. Kedalaman air kolam antara 30-50 cm. Kepadatan sebaiknya 5-50 ekor/meter persegi. Lama pemeliharaan di dalam kolam pendederan/ipukan antara 3-4 minggu, pada saat benih ikan berukuran 3-5 cm.
  • Kolam pembesaran, Kolam pembesaran berfungsi sebagai tempat untuk memelihara dan membesarkan benih selepas dari kolam pendederan. Adakalanya dalam pemeliharaan ini diperlukan beberapa kolam jaring 1,25–1,5 cm. Jumlah penebaran bibit sebaiknya tidak lebih dari 10 ekor/meter persegi.
  • Kolam/tempat pemberokan, Merupakan tempat pembersihan ikan sebelum dipasarkan.
Adapun cara pembuatan kolam adalah sebagai berikut:
  • Ukurlah tanah 10 x 10 m (100 m2).
  • Buatlah pematangnya dengan ukuran; bagian atas lebarnya 0,5 m, bagian bawahnya 1 m dan tingginya 1 m.
  • Pasanglah pipa/bambu besar untuk pemasukan dan pengeluaran air. Aturlah tinggi rendahnya, agar mudah memasukkan dan mengeluarkan air.
  • Cangkullah tanah dasar kolam induk agar gembur, lalu diratakan lagi. Tanah akan jadi lembut setelah diairi, sehingga lobang-lobang tanah akan tertutup, dan air tidak keluar akibat bocor dari pori-pori itu. Dasar kolam dibuat miring ke arah pintu keluar air.
  • Buatlah saluran ditengah-tengah kolam induk, memanjang dari pintu masuk air ke pintu keluar. Lebar saluran itu 0,5 m dan dalamnya 15 cm.
  • Keringkanlah kolam induk dengan 2 karung pupuk kandang yang disebarkan merata, kemudian air dimasukkan. Biarkan selama 1 minggu, agar pupuk hancur dan meresap ke tanah dan membentuk lumut, serta menguji agar kolam tidask bocor. Tinggi air 0,75-1 m.
Peralatan
     Alat-alat yang biasa digunakan dalam usaha pembenihan ikan gurame diantaranya adalah: jala, waring (anco), hapa (kotak dari jaring/kelambu untuk menampung sementara induk maupun benih), seser, ember-ember, baskom berbagai ukuran, timbangan skala kecil (gram) dan besar (Kg), cangkul, arit, pisau serta piring secchi (secchi disc) untuk mengukur kadar kekeruhan. Sedangkan peralatan lain yang digunakan untuk memanen/menangkap ikan gurame antara lain adalah warring/scoopnet yang halus, ayakan panglembangan diameter 100 cm, ayakan penandean diameter 5 cm, tempat menyimpan ikan, keramba kemplung, keramba kupyak, fish bus (untuk mengangkut ikan jarak dekat), kekaban (untuk tempat penempelan telur yang bersifat melekat), hapa dari kain tricote (untuk penetasan telur secara terkontrol) atau kadang-kadang untuk penangkapan benih, ayakan penyabetan dari alumunium/bambu, oblok/delok (untuk pengangkut benih), sirib (untuk menangkap benih ukuran 10 cm keatas), anco/hanco (untuk menangkap ikan), lambit dari jaring nilon (untuk menangkap ikan konsumsi), scoopnet (untuk menangkap benih ikan yang berumur satu minggu keatas), seser (gunanya= scoopnet, tetapi ukurannya lebih besar), jaring berbentuk segiempat (untuk menangkap induk ikan atau ikan konsumsi).

Pembibitan
Pemilihan Induk

     Ciri-ciri induk ikan gurame yang baik adalah sebagai berikut:
  • Memiliki sifat pertumbuhan yang cepat.
  • Bentuk badan normal (perbandingan panjang dan berat badabadan normal (perbandingan panjang dan berat badan ideal).
  • Ukuran kepala relatif kecil
  • Susunan sisik teratur,licin, warna cerah dan mengkilap serta tidak luka.
  • Gerakan normal dan lincah.
  • Bentuk bibir indah sepertipisang, bermulut kecil dan tidak berjanggut.
  • Berumur antara 2-5 tahun.
Pemeliharaan Induk
     Induk-induk terpilih (20-30 ekor untuk kolam seluas 10 m2) disimpan dalam kolam penyimpanan induk. Beri makanan selama dalam penampungan. Untuk setiap induk dengan berat antara 2-3 kg diberi makanan daun-daunan sebanyak 1/3 kg setiap hari pada sore hari. Makanan tambahan berupa dedak halus yang diseduh air panas diberikan 2 kali seminggu dengan takaran 1/2 blek minyak tanah setiap kali pemberian.

Pembenihan
     Bila proses pematangan gonada (kandung telur dan sperma) di kolam penampungan sudah mencapai puncaknya, induk segera dimasukkan dalam kolam pemijahan. Adapun cara pemijjahan ikan gurame adalah sebagai berikut:
  • Kolam dikeringkan terlebih dahulu selama 5 hari, perbaiki tanggul dan dasar kolam.
  • Lakukan pengapuran dan pemupukan. Pemupukan dasar dengan pupuk kandang dosis 7,5 kg/100 meter persegi dan biarkan selama 3 hari.
  • Tanami dasar kolam dengan tanaman ganggang buntut anjng.
  • Isikan air yang telah dicampur dengan pupuk buatan TSP sebantak 500 gram/100 meter persegi, biarkan selama 1 minggu kemudian isikan air hingga kedalaman 75 cm.
  • Untuk kolam seluas 100 meter persegi bisa disebar induk sebanyak 30 ekor betina dan 10 ekor jantan. Setelah pemijahan berlangsung, 1-2 hari induk betina akan melepaskan telur-telurnya ke dalam sarang yang kemudian disemproti sperma oleh si jantan sehingga terjadi pembuahan sel telur. 20-30 hari kemudian, induk-induk yang terpelihara baik akan berpijah lagi dan beberapa hari kemudian telur akan menetas.
Pemeliharaan Bibit
     Benih-benih yang telah berumur 1-2 bulan sejak menetas dapat dibesarkan pada kolam pendederan atau disawah sebagai penyelang. Dalam pelaksanaan pendederan adalah melakukan pengeringan kolam atau sawah, pemupukan, perbaikan pematang dan pemasangan saringan atau perbaikan pipa-pipa pada pintu pemasukan atau pengeluaran air. Setelah persiapan selesai, benih ditebarkan dengan kepadatan 30 ekor/meter persegi dengan ukuran benih 5-10 cm pada kolam pendederan. Makanan yang dapat diberikan selama pemeliharaan adalah rayap atau daun-daunan yang telah dilunakkan dengan dosis 20-30% berat badan ratarata. Makanan tambahan berupa dedak halus yang diseduh air panas diberikan 1 kali seminggu dengan takaran 1 blek minyak tanah untuk 100 ekor benih. Lamanya pendederan sekitar 1-2 bulan.

Pemeliharaan Pembesaran
     Pemeliharaan pembesaran dapat dilakukan secara polikultur maupun monokultur

Polikultur
     Ikan gurame dipeliharan bersama ikan tawes, ikan mas, nilem, mujair atau lele. Cara ini lebih menguntungkan karena pertumbuhan ikan gurame yang cukup lambat.

Monokultur
     Pada pemeliharaan gurame tersendiri, bibit yang disebar minimal harus berumur 2 bulan. Penebaran bibit sejumlah 500 ekor (ukuran 10-15 cm) diperlukan luas kolam sekitar 1500 meter persegi.

Pemupukan
     Pemupukan dapat dilakukan dengan bahan kimia dan pupuk kandang. Pada umumnya pemupukan hanya dilakukan 1 kali dalam setiap pemeliharaan, dengan maksud untuk meningkatkan makanan alami bagi hewan peliharaan. Tahap pertama pemupukan dilakukan pada waktu kolam dikeringkan. Pada saat ini pupuk yang diberikan adalah pupuk kandang sebanyak 7,5 kg untuk tiap 100 m2 kolam, air disisakan sedikit demi sedikit sampai mencapai ketinggian 10 cm dan dibiarkan selama 3 hari. Pada tahap berikutnya pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk buatan seperti TSP atau pupuk Urea sebanyak 500 gram untuk setiap 100 m2 kolam. Pemberian kedua pupuk tersebut ditebarkan merata ke setiap dasar dan sudut kolam.

Pemberian Pakan
     Makanan pokok ikan gurame berupa pelet yang dapat diatur gizinya, namun di daerah yang agak sulit memperoleh pelet, daun-daunan merupakan alternatif yang sangat baik untuk dijadikan makanan ikan, diantaranya: daun pepaya, keladi, ketela pohon, genjer, kimpul, kangkung, ubi jalar, ketimun, labu dan dadap. Pemberian makanan yang teratur dengan kualitas dan kuantitas yang tinggi dapat meningkatkan pertumbuhan tubuh ikan lebih cepat. Induk-induk gurame yang sehat dan terjamin makanannya dapat dipijahkan dua kali setahun berturut-turut selama 5 tahun.

Pakan Nabati
  • Dedak atau Bekatul, Dedak merupakan bahan yang paling umum digunakan dalam pembuatan pakan untuk berbagai ikan dan udang. Bahan baku ini mudah diperoleh dari tempat penggilingan padi serta harganya pun relatif murah. Dari hasil analisis, dedak ini ternyata mengandung kadar protein, lemak, karbohidrat, serat kasar, dan air yang cukup tinggi sehingga cocok untuk memenuhi kebutuhan gizi ikan gurame.
  • Kedelai merupakan bahanbaku nabati yang mengandung protein tinggi. Karena itu, kedelai menjadi bahanbaku untuk pakan ikan dan udang yang sangat baik. Untuk dijadikan bahan baku untuk pakan gurame, biasanya kedelai diolah terlebih dahulu sehingga menjadi bentuk tepuk. Namun, kedelai tergolong ke dalam bahan baku nabati yang harganya cukup mahal sehingga jarang digunakan oleh para peternak atau pembudidaya gurame.
  • Daun Lamtoro banyak dijumpai di pedesaan dan belum banyak dimanfaatkan. Dari beberapa percobaan, ternyata daun lamtoro cukup baik untuk digunakan sebagai bahan baku pakan ikan dan udang. Daun lamtoro yang akan dijadikan bahan pakan sebelumnya telah diolah terlebih dahulu sehingga menjadi bentuk tepung. Dari hasil pengujian, daun lamtoro ternyata memiliki kandungan gizi, seperti protein, lemak, karbohidrat, serat kasar, abu, dan air yang cukup tinggi.
  • Daun Singkong banyak dijumpai di perkebunan singkong. Tidak semua daun singkong dijual sebagai sayur atau lalapan. Oleh karena itu, daun singkong sangat berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku nabati untuk pakan ikan gurame atau udang. Daun singkong, terutama jenis singkong yang pahit mengandung asam sianida. Untuk mengurangi asam sianida, bahan baku ini harus dijemur hingga kering, kemudian digiling hingga menjadi tepung.
  • Daun Papaya dan Daun Pisang
  • Kotoran Ayam, Mungkin tidak ada yang mengira jika kotoran ayam merupakan salah satu bahan yang bisa digunakan sebagai pakan ikan atau udang. Kotoran ayam dalam keadaan kering dan telah digiling halus merupakan salah satu pakan ikan dan udang yang sangat potensial. Selain mudah didapat dan harganya relatif murah (bahkan ada juga yang tidak bernilai ekonomis), bahan ini pun mengandung nilai gizi yang tinggi sehingga dapat memenuhi kebutuhan nutrisi ikan gurame.
  • Azolla Micropylla adalah pakan alternative untuk ikan gurami yang memiliki kandungan protein yang cukup tingga yaitu hampir 30% dengan demikan azolla microphylla dapat di gunakan untuk pakan ikan gurami. Dan sangat cepat pertumbuhan azolla microphylla sehingga untuk stok pakan ikan gurami akan terpenuhi dengan murah.
Pakan Hewani
  • Ikan merupakan bahan baku utama dan paling umum dalam pembuatan pakan ikan atau udang. Ikan diolah menjadi tepung ikan, kemudian digunakan dalam pembuatan pakan untuk ikan budidaya, termasuk pakan gurame. Tepung ikan diolah dari berbagai jenis ikan, tetapi yang paling baik adalah ikan yang kadar lemaknya rendah sehingga proses pembuatannya akan lebih sederhana.
  • Bekicot adalah siput darat yang dapat diperoleh di alam maupun dibudidayakan sendiri. Budidaya bekicot sangat mudah dan murah. Daging bekicot yang diolah menjadi tepung bekicot mengandung protein, lemak, karbohidrat, serat kasar, abu, air, kalsium, dan fosfor yang cukup tinggi. Dibandingkan telur ayam, kandungan asam amino bekicot tidaklah kalah, terutama asam amino esensial, seperti isoleusin, leusin, dan lisin.
  • Limbah Udang, Pada industri pembekuan, pengalengan, maupun pengolahan udang selalu dihasilkan berbagai limbah udang dalam bentuk kepala udang, kulit udang, dan lainnya. Limbah-limbah ini nantinya akan dibuang begitu saja. Padahal dari hasil pengujian, ternyata limbah udang yang telah diolah menjadi tepung udang mengandung nilai gizi yang cukup tinggi. Dengan demikian, limbah udang yang sudah diolah menjadi tepung ini sangat baik untuk dijadikan bahan untuk pakan gurame.
  • Keong Mas adalah sejenis siput air tawar yang banyak ditemukan di sawah atau kolam. Hasil pengujian menunjukkan bahwa keong mas ini mengandung nilai gizi yang sangat tinggi. Karena keong mas ini mudah diperoleh dan harganya terjangkau, maka hewan ini dapat dijadikan sebagai salah satu bahan pakan untuk ikan dan udang.
  • Cacing Tanah sangat mudah untuk dibudidayakan. Modal untuk membudidayakan cacing tanah pun tidak terlalu besar. Saat ini cacing tanah sudah banyak dibudidayakan di berbagai tempat di tanah air. Kandungan atau nilai gizi cacing tanah sangatlah tinggi, sehingga sangat baik jika digunakan untuk membuat pakan gurame. Untuk dibuat pakan, cacing tanah ini biasanya harus diolah terlebih dahulu menjadi bentuk tepung.
Pemeliharaan Kolam/Tambak
     Setiap habis panen, kolam dibersihkan/kuras. setelah itu dilakukan pemupukan agar mempengaruhi kesuburan kolam, sehingga bila benih disebarkan, kesuburan ikan akan terjamin dan pertumbuhan ikan akan cepat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar