Pusat Benih Ikan Air Tawar berbagai ukuran serta ukuran konsumsi. Kami menyediakan Benih Ikan Gurame, Nila, Lele, Patin, Bawal, Koi, Mas, Graskap, Cupang dan Udang Galah. Fasilitas kirim gratis untuk area Nganjuk, Kediri, Jombang, Madiun dan Bojonegoro, serta melayani pengiriman luar kota luar Provinsi seluruh Indonesia. Kami menyediakan Probiotik Simba Plus untuk pemacu pertumbuhan Ikan, Makan Tambahan Ikan Cacing Sutra dan Tetes Tebu, serta Pupuk Organik Cair.

Ikan Bawal

Ikan bawal (Colossoma macropomum) memiliki warna tubuh abu-abu tua, pada tubuh bagian ventral berwarna merah pada bawal muda, dan akan memudar sejalan dengan pertambahan umur. Ikan bawal memilki gigi-gigi yang tajam (Djarijah, 2004). Dari arah samping, tubuh bawal tampak membulat (oval) dengan perbandingan antara panjang dan tinggi 2:1. Bila dipotong secara vertikal, bawal memiliki tubuh pipih (compressed) dengan perbandingan antara tinggi dan lebar tubuh 4:1. Bentuk tubuh seperti ini menandakan gerakan ikan bawal tidak cepat seperti ikan lele atau grass cap, tetapi lambat seperti ikan gurame atau tambakan. Sisiknya kecil berbentuk ctenoid, dimana setengah bagian sisik belakang menutupi sisik bagian depan. Warna tubuh bagian atas abu-abu gelap, sedangkan bagian bawah berwarna putih. Pada bawal dewasa, bagian tepi sirip perut, sirip anus dan bagian bawah sirip ekor berwarna merah. Warna merah ini merupakan ciri khusus bawal sehingga oleh orang inggris dan amerika disebut red bally pacu (Arie, 2000).

Cara Pembesaran Budidaya Ikan Bawal (collossoma macropomum)
Ikan bawal air tawar adalah salah satu jenis ikan air tawar yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Ikan jenis ini salah satu yang banyak dibudidayakan di Indonesia selain lele, nila, gurame, dan lain-lain. Selain relatif tidak terlalu sulit membudidayakannya, ikan bawal tawar termasuk ikan yang mudah beradaptasi. Usaha pembesaran ikan bawal tawar dilakukan dengan tujuan utama untuk memperoleh ikan konsumsi dengan ukuran yang disukai oleh para penikmat ikan. Budidaya pembesaran ikan bawal air tawar dapat dilakukan dengan sistem polikultur maupun monokultur.

A. Persyaratan Lokasi
Beberapa persyaratan lokasi budidaya yang harus dipenuhi sebelum digunakan untuk membudidayakan ikan bawal tawar adalah :
  • Tanah bertekstur liat lempung, tidak porous, subur serta mempunyai sudut kemiringan sebesar 3– 5%.
  • Lokasi pemeliharaan berada di pada ketinggian 50–400 m dpl.
  • Kualitas air harus baik, dalam artian bebas dari pencemaran bahan – bahan kimia, minyak maupun limbah pabrik. Memiliki kadar pH 7–8 dan bersuhu 26o–28oC.
  • Dasar kolam berlumpur, tidak terlalu keruh.
  • Kedalaman kolam berkisar diantara 80–100 cm.
  • Sumber air mempunyai debit 3liter/detik untuk sistem pemeliharaan tradisional serta 6–12 liter/detik untuk sistem pemeliharaan polikultur.
B. Teknik Budidaya
  • Persiapan Kolam 
  • Pengeringan tanah dasar kolam.
  • Pengapuran tanah dasar kolam dengan menggunakan kapur tohor atau dolomit, dengan dosis 25 kg/100 m2.
  • Pemupukan dengan menggunakan pupuk kandang dengan dosis 25–50 kg / 100 m2 dan TSP dengan dosis 3kg/100 m2.
  • Kolam diisi dengan air setinggi 3 cm lalu didiamkan selama 3 hari.
  • Proses penambahan air dilakukan sedikit demi sedkit hingga pada akhirnya ketinggian air kolam maksimal adalah 80–120cm.
C. Pemilihan dan Penebaran Benih 
  • Penebaran benih dilakukan 7–10 hari setelah pemupukan.
  • Benih yang akan ditebar harus sudah melalui proses aklimatisasi. Caranya : Masukkan benih ikan yang masih berada di dalam kantong plastik ke dalam air kolam. Setelah dinding plastik berembun, buka kantong plastik benih ikan tersebut, lalu masukkan air kolam sedikit demi sedikit hingga benih terlihat sudah dapat beraktifitas normal. Benih ikan siap ditebar.
D. Pakan dan Cara Memberikan Pakan 
Sumber pakan yang dapat digunakan adalah dedaunan dan atau pelet ikan. Pakan dapat diberikan dengan dosis 3–5 % dari total berat ikan, dengan cara disebar merata.

E. Pemanenan 
Pemanenan dapat dilakukan setelah masa pemeliharaan sudah mencapai 4–6 bulan, dimana dalam usia tersebut, berat ikan bawal tawar sudah mencapai kurang lebih 500 gram/ekor. Alat yang biasa digunakan dalam operasional panen ini adalah jaring yang terbuat dari waring berdiameter lebar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar